Minggu, 12 Agustus 2018

Akhirnya Gelar Juara Bisa Digenggam


Sejak tahun 2002 perhelatan akbar Piala AFF U-16 digelar, timnas Indonesia belum mampu meraih titel sebagai jawara sampai pada akhirnya di tahun 2018 ini sejarah telah dibuat, para anak muda dari berbagai daerah Indonesia itu bisa mewujudkan mimpi membawa pulang piala di tanah sendiri. 5 tahun silam, timnas U-19 dibawah asuhan Coach Indra Sjafrie mampu merengkuh gelar AFF pertama kalinya dalam sejarah lewat drama adu penalty melawan Vietnam, kala itu Ilham Udin Armayin mampu menjadi penentu setelah tendangannya tak mampu dibendung oleh kiper Vietnam.

Fajar mencetak satu-satunya gol ke gawang Thailand di babak final

Timnas U-16 yang tahun ini ditangani oleh Coach Fakhri Husaini memulai petualangannya di babak penyisihan group pada tanggal 29 Juli 2018 dan berakhir pada 11 Agustus 2018 dengan mengalahkan kekuatan Asia Tenggara, Thailand. Untuk merengkuh gelar juara ini memang butuh perjuangan yang begitu panjang, tahun lalu Sutan Diego Zico dan kawan-kawan tak mampu berbuat jauh di Piala AFF U-16. Namun setelah turnamen itu, timnas kita mampu berprestasi diberbagai ajang kejuaraan. Terbukti tim asuhan Coach Fakhri Husaini mampu menjuarai turnamen Jenesys Cup di Jepang. Saat itu mereka mampu mengandaskan tim tuan rumah Jepang di semi final dengan skor 1-0 dan menang melawan Vietnam di final dengan skor 1-0 pula.

Bagus Kahfi merayakan gol
Tiada perjuangan yang sia-sia, dengan persiapan yang matang akhirnya puasa dahaga gelar pun terbayarkan sudah dengan juaranya timnas U-16 Indonesia di Delta Sidoardjo, tempat yang sama ketika Evan Dimas dkk merengkuh juara AFF U-19 di tahun 2013 silam. Dengan juaranya timnas U-16 ini sekaligus memberikan kado terindah sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Bagas dan Bagus mencium Trofi AFF U-16 2018


Inilah rangkuman pertandingan timnas U-16 Indonesia dari babak penyisihan grup hingga merengkuh gelar juara :

29 Juli 2018 (Babak Grup)
Indonesia vs Filipina (8-0)

31 Juli 2018 (Babak Grup)
Indonesia vs Myanmar (2-1)

2 Agustus 2018 (Babak Grup)
Vietnam vs Indonesia (2-4)

4 Agustus 2018 (Babak Grup)
Timor Leste vs Indonesia (0-3)

6 Agustus 2018 (Babak Grup)
Indonesia vs Kamboja (4-0)

9 Agustus 2018 (Semi Final)
Indonesia vs Malaysia (1-0)

11 Agustus 2018 (FINAL)
Indonesia vs Thailand (1-1) (Adu penalty 4-3)



Dari 7 pertandingan yang sudah dilakoni, David Maulana dkk belum pernah sekalipun menelan kekalahan. Yang lebih hebat lagi, timnas kita mampu melesakkan sebanyak 23 gol dan hanya kebobolan 4 gol. 12 gol diantaranya merupakan hasil lesakan dari sang striker haus gol Indonesia, Bagus Kahfi. Uniknya, 12 gol yang diciptakan saudara kembar dari Bagas Kaffa itu sama dengan perolehan gol dari timnas U-16 Malaysia. Ditiap pertandingan, Bagus Kahfi selalu bisa mencetak 2 gol ke gawang lawan kecuali melawan Kamboja (3 gol), Malaysia (1 gol), dan Thailand (tidak menciptakan gol).

Yang menjadi hal mengharukan sekaligus membanggakan adalah ketika semua tiket pertandingan yang terjual di 3 pertandingan terakhir timnas Indonesia disumbangkan kepada korban gempa yang berada di Lombok.

Saat Ernando (kiper Indonesia) menggagalkan penalty pemain terakhir Thailand yang sekaligus membawa Indonesia juara


Habis AFF, terbitlah Asian Games 2018 yang dimana Indonesia menjadi tuan rumah. Semoga hasil positif anak-anak U-16 bisa menular kepada pemain timnas U-23 dan senior Indonesia di ajang Asian Games yang tergabung di grup A bersama Chinese Taipei, Laos, Palestina, dan Hongkong. Aamiin.

Inilah nama 23 pahlawan timnas U-16 Indonesia di ajang Piala AFF U-16 2018 :

Kiper
1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng
2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313
3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000
Belakang
4. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya
5. Muhammad Salman – Diklat Ragunan
6. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat
7. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School
8. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot
9. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah
10. Dandi Maulana Hakim – SSB Bina Taruna
Tengah
11. David Maulana – PPLP Medan
12. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan
13. Muhammad Talaohu – ASAD 313
14. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313
15. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School
16. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta
17. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI
Depan
18. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan
19. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313
20. Yadi Mulyadi – ASAD 313
21. Amanar Abdilah – PS Tira U-17
22. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School
23. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School

Bagas dan Bagus berkeliling sambil membawa poster mereka
David Maulana (kapten) memegang piala bersama Ketum PSSI Edy Rahmayadi

Senin, 23 Juli 2018

About Love (Short Letter) : For You


From the deepest heart, I revealed that I really fell in love with you. This is not just a word of love mostly, but this is all sincere from my confession.


For you that I am headed, allow me to loving you and pray for you in my day. Not excessive, but this is what it is.


Although God did not give you for me, I always believed that it was the best of Him. I will try sincerely even though heavy. But surely I love you. Forgive me for saying this.

                                                                                                          
                                                                                    Signed: someone who expects you, Erfransdo :)

Senin, 16 Juli 2018

Perjalanan Bersama Zenius Membuahkan Kado Terindah Untuk Gue


Udah satu bulanan lebih gue gak nyentuh si abang zenius.net wkwk, sebuah website yang penuh dengan manfaat baik jangka pendek, jangka panjang, bahkan sampai akhir khayat. Gue bukan lebay, tapi ini serius banget. Kalau gak percaya, yuk baca cerita menarik gue bersama si zenius sampai gue sekarang diterima di salah satu PTN ternama di Bandung.
...
Oke sob, kita mulai. Cerita ini bermula ketika dua tahun yang lalu (2016) ketika gue baru masuk di kelas 12. Saat itu lo semua pun pada tahu lah, saat-saat dimana seorang murid SMA yang dipusingkan dengan berbagai ujian di sekolah dan juga tentunya tentang masa depan. Bingung mau pilih kampus mana dan tentunya jurusan yang kita inginkan.
            Bulan pertama gue masuk di kelas 12, guru BK gue udah ngomongin tentang SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan), PTS (Perguruan Tinggi Swasta), sampai ke pekerjaan. Disitu gue bingung banget harus pilih yang mana. Tapi dari awal masuk SMA, gue udah punya target kalau gue harus bisa kuliah di PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Gue punya target 5 PTN, yaitu : ITB, UI, UGM, UNPAD, atau IPB. Dan rasanya mimpi gue untuk tembus di salah satu PTN tadi sulit banget deh, apalagi kalau harus ngandelin nilai raport dan sekolah gue. Secara, di sekolah gue yang ke ITB baru ada satu orang dan UNPAD juga baru ada satu orang, itu pun pas 2010. Kalau IPB lumayan banyak, tapi untuk UGM dan UI belum ada sama sekali sampai tahun 2016 itu.
            Ditengah-tengah kesibukan gue di sekolah, gue coba-coba searching di google tentang soal SBMPTN. Pertama kali yang keluar adalah soal SBMPTN ini. Setelah gue lihat (baru lihat woy belum di kerjain) gue udah pusing duluan. Mana belajar gue di SMA gak terlalu se-“WAW” pas SMP. Di SMP alhamdulillah gue gak jauh-jauh dari peringkat 3 besar, kelas 2 SMP gue pernah jadi ranking pertama dan nilai gue selalu naik signifikan, ikut lomba kesana-kemari. Di SMA, gue rasa gue kehilangan semangat belajar ketika SMP, mungkin karena gue gak bisa sekolah di SMA favorit yang gue pengenin. Awalnya gue mau sekolah di SMA favorit itu dan kebetulan gue dapet undangan tuh, tapi karena berbagai hal dan orangtua, gue pun harus merelakan sekolah itu dan akhirnya gue sekolah di SMA pilihan kedua gue. Di SMA, gue paling dominan di pelajaran Matematika.
            Oh iya balik lagi ke paragraph pertama tadi, gue terlalu pusing lihat soal-soal SBMPTN itu. Karena gak mau ribet ngerjain soal itu nantinya, gue putusin buat berharap banyak di SNMPTN. Gue harus perbaiki nilai-nilai gue ke guru, apapun tugasnya untuk naikin nilai raport akan gue lakukan. Tapi karena penasaran dengan soal tadi, gue pun mencoba mengerjakan salah satu soal Matematika Dasar SBMPTN 2016 (karena gue suka matematika). Gue udah ulik-ulik tuh soal pake rumus segala macem yang gue inget ternyata gak membuahkan hasil. Disitu gue mulai kesel dan kebetulan di website itu gue bisa lihat pembahasannya. Gue pun lihat tuh video pembahasan nomor 1, karena gue ngerasa ngerti gue pun mencoba untuk menonton video pembahasan nomor 2. Bukan video yang gue lihat, tapi malah emoticon kaya begini :



Setelah lihat emoticon itu gue kecewa parah. Gue pikir bisa ditonton eh ternyata kagak. Dalam hati gue berkata ‘ah sialan ternyata bayar, pasti kaya bimbel-bimbel online yang lain nih ah gak seru’, setelah itu gue pun meninggalkan video itu dan lihat-lihatlah blognya. Disitu gue nemu tentang blog perjuangan lulus SBMPTN, dan gue merasa termotivasi, sayangnya hanya hari itu aja gue termotivasinya, hari-hari berikutnya gue gak mikirin lagi itu website dan fokus untuk SNMPTN.
            Singkat cerita, setelah berbagai tugas gue kerjakan untuk menaikan nilai raport gue, ternyata semua itu tidak membuahkan hasil. Gue gagal di SNMPTN 2017, UNPAD dan UPI menolak gue mentah-mentah. Saat itu, SBMPTN tinggal dua mingguan lagi. Langsung lah gue dan temen-temen yang gak lolos daftar SBMPTN 2017 supaya gak keburu ditutup pendaftrannya. Gue belajar seadanya dari buku soal-soal SBMPTN yang gue beli dari guru BK gue. Tambahannya gue download lah soal-soal dari sini.
            Dua minggu kemudian, gue pun bertempur dengan soal-soal SBMPTN. Dan gue hanya bisa mengerjakan soal TKPA dan TKD Saintek sekitar 25% saja atau bisa kurang dari itu. Gue sama sekali gak ngerti sama soal yang keluar. Dan disitu gue mulai berpikir keras, karena gue yakin banget gue gak bakal lulus. Sebenernya masih banyak PTS yang buka pendaftaran, tapi karena niat awal gue pengen kuliah di PTN, gue pun menghiraukan itu semua.
            Hari-hari setelah SBMPTN, gue pun teringat dengan testimoni peserta yang lulus SBMPTN, alhasil gue pun langsung meluncur untuk membacanya kembali. Gue rasa testimoni mereka itu membuat gue tertantang sekaligus semangat, apalagi ketika gue baca testimoni para alumni yang gapyear. Disitu gue ngomong dalam hati ‘kalau pun gue gagal tahun ini, gue masih punya kesempatan dua tahun lagi untuk tembus PTN impian gue seperti mereka’.
            Satu bulan telah berlalu, pengumuman SBMPTN pun bisa diakses oleh semua peserta mulai dari lulusan 2015 sampai 2017. Gue akan menerima apapun hasilnya karena gue udah punya rencana yang matang untuk tahun depan. Kebetulan saat itu adalah bulan puasa, gue buka pengumumannya abis buka puasa karena link-nya error mulu. Gue buka lewat HP, ternyata bener banget gue emang gagal. Lagi-lagi gue ditolak oleh UNPAD dan IPB. Kecewa pasti ada, tapi gue rasa, rasa kecewa itu bakal hilang jika gue bisa bangkit.
            Setelah diskusi dengan orangtua mengenai rencana gue, akhirnya gue diizinin sama mereka untuk ambil gapyear buat ikut SBMPTN tahun depan. Gue rasa zenius bener-bener baik banget, kenapa coba? Ya iyalah, masa voucher belajar selama satu tahun ajaran cuma 440.000-an aja, gak kaya bimbel online yang lain nyampe jutaan. Apalagi bimbel tatap muka langsung bisa sampai puluhan juta, itu pun paling satu minggu berapa hari dan gak sampai 5 jam. Nah ini zenius, 440.000 buat satu tahun, kita bebas pakai dimana aja, kapan aja, mau materi apa aja (bahkan SD, SMP, SMA, SMK, SBMPTN, dan UM PTN bisa diakses materi dan latihan soalnya), bisa download soal sesuka kita, dan tutornya juga kece-kece badai lagi. Gak baik gimana coba si zenius ini wkwk. Gue pakailah uang THR gue buat beli voucher zenius di indom**t. Dan uniknya gue beli voucher itu pas gue ulang tahun wkwk.
            Minggu pertama di bulan Juli, gue mulailah misi gue. Gue mulai dari awal, gue mulai perjuangan gue, gue mulai memperbaiki kesalahan gue saat di SMA. Pokoknya, gue gak boleh jatuh ke lubang yang sama.
            Pertama kali akses zenius yang premium member, gue gak langsung ke materi, tapi gue mulai dari Zenius Learning. Sumpah gue gak sia-sia tonton video yang diisi suara Bang Sabda brewokan abis itu wkwk. Di video itu, Bang Sabda banyak banget memotivasi gue mengenai metode belajar yang bener, kesalahan dalam belajar, persiapan masuk kuliah, sampai ke pacar-pacar di omongin pula sama Bang Sabda itu wkwk. Tapi setelah nonton itu video selama dua hari, gue langsung tercerahkan. Bang Sabda bilang kalau gue mau dapetin apa yang gue pengen, gue harus hilangin semua distraction-distraction yang selama ini bisa buat gue terlena. Gue juga inget ketika Bang Sabda nekenin kalau belajar itu bukan hanya ngafalin rumus semata, tapi kita harus tahu dari mana asal rumus itu gak main terima aja tu rumus. Gue bener-bener ngerasa ‘wah selama ini yang gue lakuin ternyata salah’, pantes gue gak bisa ngerjain soal SBMPTN 2015 Matematika Dasar itu.
            Setelah dari Zenius Learning, gue buatlah jadwal belajar gue lewat kertas HVS dan juga Microsoft Excel (rajin amat ya bikin dua wkwk). Gue mulai dari TKPA dulu, abis itu beres baru lah gue belajar materi yang TKD Saintek nya.
Jadwal SBMPTN di HVS
 
Jadwal SBMPTN di Ms.Excel


Di TKPA (Tes Kemampuan Potensi Akademik), gue mulai dari TPA (Tes Potensi Akademik) yang diajarin sama tutor super kece, kak Wilona wkwk. Suaranya bisa bikin baper dan bikin betah belajar. Penjelasannya mudah banget buat di cerna dan di mengerti. Pas di latihan soalnya, gue bisa ngerjain soal-soal TPA tahun lalu dengan cepet dan bener. Gue pastinya gak cepet puas gitu aja, gue lanjutin ke soal-soal yang lebih sulit lagi dan alhasil gue jadi terbiasa dengan soal tipe TPA. TPA selesai, gue lanjut ke Matematika Dasar bareng Bang Sabda. Bang Sabda dengan tiga postulatnya itu mampu membuat gue semakin cinta akan matematika. Gue mulai bisa nurunin rumus sendiri dan gak usah pusing-pusing ngafalin rumus yang bejibun banget. Bang Sabda bilang cuma ada 7 rumus yang harus dihafalin salah satunya di bagian Trigonometri. Awalnya, gue gak terlalu suka sama Trigonometri pas sekolah karena ribet kaya gitu, tapi setelah belajar bareng Bang Sabda di zenius, gue jadi mulai cinta dan bisa tahu semua sudut dengan cara yang di kasih Bang Sabda (cara yang biasa, yaitu turunin sendiri).
            Matematika Dasar beres, gue lanjut ke Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Gue gak terlalu tahu siapa tutor Bahasa Indonesia, tapi gue bisa denger dari suaranya kalau dia itu kebapak-an. Untuk Bahasa Inggris gue betah banget diajarin sama Kak Donna wkwk. Suaranya gak beda jauh dari Kak Wilo tutor TPA. Kak Donna rinci banget ngajerin dari mulai tenses sampai ke root words nya. Selesai TKPA, gue langsung ngerjain TRY OUT yang disaranin sama bang Glenn di blognya.
            Akhir tahun 2017, gue mulai belajar materi TKD (Tek Kemampuan Dasar) Saintek. Gue mulai dari Matematika IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi. Di Matematika IPA, gue kembali diajarin sama Bang Sabda dan Bang Wisnu. Gue masih penasaran Bang Sabda sama Bang Wisnu itu adek-kakak atau engga wkwk. Bang Wisnu ngajarinnya lembut banget kadang terselip sebuah candaan yang menurut gue garing banget tapi bikin ngakak wkwk (kok aneh ya?). Gue inget banget pas Bang Wisnu ngejelasin tentang tekanan di Fisika, ‘oke gue bakal ngejelasin tentang tekanan, lawannya tekanan apa coba? Tekiri hehe’, disitu gue diem sebentar dan langsung ngakak wkwk. Bang Sabda bener-bener ngerubah mindset gue tentang belajar, saat itu gue bener-bener mikir kalau gue belajar dan merogoh kocek buat beli voucher itu bukan sekedar buat lulus SBMPTN atau tes yang lain, tapi lebih dari itu gue bisa belajar bahwa dunia pendidikan itu gak sesempit yang gue pikirin, ilmu yang gue dapet ini bisa berguna sampai kapan pun, bahkan sampai akhir khayat. Meskipun sebagian besar pelajaran yang ada di matematika gak ada di dunia nyata, tapi justru ilmu matematika bisa menjadi landasan dasar untuk berpikir, merumuskan masalah, dan mengambil keputusan (ceileh wkwk).
            Matematika beres, gue lanjut ke Fisika yang lagi-lagi diajarin sama Bang Sabda dan Bang Wisnu. Tapi untuk Fisika, Bang Wisnu lebih banyak ngasih materinya. Yang gue suka dari cara pengajaran Bang Wisnu itu ya suka pakai animasi kaya di materi ini, yang ngebuat gue makin betah belajar Fisika meskipun waktu SMA gue hampir gak ngerti banget sama yang namanya Fisika walaupun pas kelas 10 gue pernah dapet nilai sempurna di Bab awal, tapi kesini-kesininya ancur lah wkwk. Gue bisa belajar lebih jauh mengenai Hukum Newton 1 sampai yang ketiga dengan efisien, bisa tahu tentang Termodinamika lebih mendalam, dari yang gak tahu Asas Black sampe hatam lah itu materi wkwk, tapi sejujurnya gue belum menguasai 100% materi di Fisika, tapi peningkatan gue cukup signifikan. Sejauh ini, materi Zat dan Kalor dan Fisika Modern adalah materi favorit gue di bidang Fisika.
            Fisika tuntas dengan latihan-latihan soalnya, gue lanjut lah ke materi Kimia bareng Kak Yoki. Kak Yoki ini bener-bener kebapak-an banget, suaranya itu bikin nyaman, ngerasa kayak diajarin sama bokap sendiri (suer deh). Meskipun tulisannya gak sebagus bang Sabda, tapi gue ngerti banget apa yang dijelasinnya. Dan ajaibnya sekarang Kimia adalah pelajaran favorit gue karena Kak Yoki meskipun sebelumnya gue gak terlalu suka sama pelajaran yang satu ini. Sama kaya Bang Wisnu, Kak Yoki pun sering pakai animasi buat ngajarin anak didiknya yang entah siapa dia pun gak tahu. Gue mulai belajar Kimia bareng Kak Yoki di materi Struktur Atom dan Sistem Periodik Konsep yang pas SMA gue hampir lupa ini materi pernah gue pelajari atau engga. Hampir semua materi yang diajarin Kak Yoki dari materi atom sampai Hidrokarbon gue suka banget dan tentunya ngerti dengan konsep yang diajarkan, bukan hanya sekedar menghafal rumus kimia ataupun senyawa-senyawa aneh. Dari sekian materi favorit gue di kimia, gue paling demen banget sama materi Ikatan Kimia karena disitu gue bisa belajar sambil ngegambar molekul-molekul yang menurut gue asyik banget. Ngerjain soal pun gue sambil ngegambar gak ngafalin rumus struktur molekulnya.
            Kimia berakhir, dan saatnya gue masuk ke pelajaran yang dari SD sampai SMA gue benci banget lah sama pelajaran yang satu ini. Yap bener banget, Biologi. Entah kenapa gue gak suka sama Biologi, padahal erat banget sama kehidupan sehari-hari. Gue gak munafik, hampir dua minggu belajar Biologi bareng Bang Prasdianto, Bang Ijul dan satu lagi yang cewek gue gak tahu namanya, gue masih ngerasa gak ngerti dan ngerasa males meskipun masih dipaksa-paksain buat ngerti. Tapi lama-kelamaan ternyata asyik juga belajar Biologi bareng Bang Pras, awal ketertarikan gue sama Biologi ini pas Bang Pras ngejelasin tentang materi Metabolisme dan Jaringan Tumbuhan. Disitu gue mulai suka dan semangat belajar Biologi, apalagi pas teori Evolusi yang dijelasin Bang Ijul mantap banget dengan selingan candaan garingnya. Gue denger materi Bang Pras yang seru abis dengan lawakan lucunya kebanyakan di materi kelas 11 dan 12 karena di materi SBMPTN Bang Pras jarang muncul di materi kecuali di pembahasan soal.
            Bulan Maret semua materi udah gue babad abis beserta latihan-latihan soalnya. Saatnya gue luangin waktu buat banyak ngerjain Try Out baik di rumah maupun di luar supaya gue bisa mengukur kemampuan gue sekaligus buat review-review materi yang belum gue kuasain. Itu gue lakuin karena saran dari Bang Glenn di blog ini.
            Karena niat gue sungguh-sungguh buat SBMPTN kali ini, gue pun nyetak LJK SBMPTN boongan supaya nanti gue terbiasa ngebuletin jawaban pas hari-H wkwk. Kebetulan gue juga kan tesnya pakai sistem PBT. Kalau gak salah gue print itu LJK sekitar 10 lembar untuk latihan.


Kertas LJK SBMPTN Palsu wkwk

Sadar selama ini gue selalu belajar materi Saintek, gue pun punya niat kalau nanti SBMPTN udah kelar, gue mau ngabisin voucher premium member gue buat nonton video Soshum terutama materi Ekonomi bareng tutor kece bang Sabda wkwk.
            Satu minggu sebelum pelaksanaan SBMPTN, gue dapet kabar bahwa sistem penilaian SBMPTN tahun ini diubah total. Gue awalnya panik karena udah dari jauh hari nyiapin strategi penilaian tahun lalu. Tapi untungnya Kak Wilo bikin blog tentang sistem penilaian baru ini di zenius.net/blog. Blog kak Wilo membuat gue sedikit tenang dan gak musingin tentang sisitem penilaian baru itu, gue harus fokus sama soalnya.
            Tanggal 8 Mei 2018 pun tiba (pelaksanaan SBMPTN). H-2 gue udah nyiapin semua perlengkapan yang harus dibawa; mulai dari papan ujian, pensil 2 biji, balpoin, serutan, penghapus, kartu peserta SBMPTN, dll. Gue juga gak lupa buat bawa kopi di botol karena belajar dari pengalaman tahun lalu (ngantuk pas sesi kedua) hahaha. Alhasil, gue bisa ngerjain soal dengan baik meskipun ada beberapa soal yang menurut gue sulit banget. Gue keluar ruangan dengan perasaan lega dan langsung pulang menuju rumah bareng sodara gue pakai motor.
            Selama nunggu pengumuman SBMPTN tanggal 3 Juli itu, gue pergunakan buat nyari informasi pendaftaran lain dan tentunya belajar buat UTUL UGM. Gue gak keburu daftar SIMAK UI selain waktunya udah abis, SIMAK UI tahun ini pun gak bisa buat masuk reguler. Tapi UTUL UGM pun gue terpaksa gak bisa ikut karena kehabisan kuota di Jakarta karena kalau untuk tes langsung di Yogyakarta orangtua gue gak bakal ngizinin karena biaya yang dikeluarin gak bakal sedikit. Gue pun harap-harap cemas karena UGM dan UI sudah gue lepas. Gue mencoba untuk mendaftar ke PTS di Bandung tapi belum bayar wkwk. Tapi gue udah punya plan kalau gue gak lolos SBMPTN, gue bakal ikut mandiri di UNAIR (skor SBMPTN), UNS (skor SBMPTN), UNTIRTA (SMMPTN Barat) dan UTM IPB.
            Tanggal 3 Juli 2018 pun terasa cepat tibanya. Itu percis tiga hari sebelum gue ulangtahun. Gue lahir tanggal 6 Juli dan gue berharap kalau Allah bakal ngasih gue kado ulang tahun duluan lewat lulusnya gue di SBMPTN 2018. Seharian gue deg-degan banget, walaupun mencoba tenang tapi di Instagram banyak banget yang posting tentang SBMPTN. Apalagi pengumumannya dimajuin 2 jam.
            Sekitar jam 15.03 gue bukalah website pengumuman.sbmptn.ac.id lewat notebook gue. Apapun yang terjadi gue bakal terima, tapi gue berharap banget bisa lulus. Gak disangka websitenya lancar jaya gak error, gue coba ketik lah nomor peserta dan tanggal lahir gue. Tanpa menunggu lama, pengumuman kelulusan pun sampai di mata gue. Alhamdulillah, gue dapet kata selamat dari si website itu. Gue panggillah nyokap gue yang lagi nonton TV, nyokap gue langsung meluk gue dan gue pun autobahagia wkwk. Nyokap langsung kabarin bokap yang lagi kerja lewat telepon. Akhirnya apa yang gue inginkan bisa tercapai juga. Gue lulus di Agroteknologi UNPAD meskipun sempet di tolak dua kali sama kampus yang ada di Bandung itu wkwk. Gue dapet kado terindah sepanjang hidup gue.
Pokoknya gue banyak makasih banget sama si zenius.net ini, dia bagaimana pun juga punya andil besar dalam lolosnya gue di SBMPTN kali kedua ini. Entah harus ngomong apa lagi dah wkwk. Selain dikasih kampus impian, lo juga udah ngasih banyak pengetahuan yang amat berarti buat hidup gue (ini serius ga lebay kok), gue jadi tahu bagaimana dunia ini bekerja. Dan kayaknya lo bakal masih gue pakai zen kalau nanti awal masuk kuliah karena sebagian besar semester awal bakalan diulang lagi pelajaran pas SMA wkwk. Intinya gue ketagihan belajar bareng zenius hahaha.