Minggu, 18 Desember 2016

Timnas Garuda Juara di Hati Masyarakat Indonesia :')

Tak terasa, akhirnya perhelatan akbar Piala AFF 2016 (Filipina dan Myanmar) yang setara dengan Piala Eropa-nya Asia Tenggara telah selesai dihelat mulai dari tanggal 19 November-17 Desember 2016. Gelaran Piala AFF tahun ini di tuan rumahi oleh Filipina dan Myanmar. Kurang lebih satu bulan yang begitu singkat, dan sang ‘Raja ASEAN’ Thailand berhasil keluar sebagai juaranya setelah menumbangkan timnas GARUDA dengan skor aggregat 3-2.

Ini adalah sebuah pencapaian yang besar bagi timnas Indonesia setelah vacuum dari dunia sepakbola selama satu tahun lebih akibat sanksi FIFA. Jelas menuju ke partai puncak dan menjadi Runner Up AFF Suzuki Cup 2016 adalah sebuah prestasi yang membanggakan bagi publik sepakbola Indonesia. Tak ada yang menyangka bahwa timnas kita akan terbang dan melangkah sampai ke babak puncak. Lolos dari penyisihan grup saja itu sudah hal yang cukup memuaskan, apalagi sampai bisa melaju ke babak final.

Timnas Indonesia hanya memiliki persiapan kurang lebih dua bulan untuk mengikuti turnamen bergengsi se-Asia Tenggara ini. Ditambah Coach Alfred Riedl hanya bisa memilih dua pemain dari masing-masing klub di gelaran TSC yang kurang jelas itu. Banyak sekali pihak klub yang tidak mengizinkan pemainnya untuk memperkuat skuad timnas Indonesia agar bisa fokus untuk berlaga di TSC yang masih belum tentu arahnya, sebuah alasan yang konyol di dunia persepakbolaan. Tetapi opa Riedl percaya dengan skuad yang dibawanya ke Piala AFF 2016, target lolos penyisihan grup adalah target yang realistis dan tidak muluk-muluk mengingat Indonesia masuk ke dalam grup neraka; yang di dalamnya diisi tim kuat Thailand ‘(King of ASEAN)’, tuan rumah Filipina, dan juga peraih trofi AFF sebanyak 4 kali Singapura.

Perjalanan dan perjuangan timnas Indonesia mencapai babak puncak sangatlah sulit, tetapi dengan jiwa pantang menyerah dan semangat juang yang tiada hentinya, timnas kita mampu menepis komentar-komentar pihak lain tentang partisipasi timnas Garuda di ajang dua tahunan ini. Timnas Indonesia mampu membuktikan bahwa mereka mampu menampilkan yang terbaik meski dengan persiapan yang sangat minim. Meskipun dianggap sebagai underdog, timnas kita mampu melangkah jauh sampai ke babak puncak. Di pertandingan pertama tanggal 19 November lalu Indonesia harus takluk di tangan Thailand dengan skor 4-2, dan itu merupakan awal yang kurang memuaskan, tetapi Indonesia mampu memberikan perlawanan yang sangat berarti bagi lini pertahanan Thailand dengan menciptakan dua gol lewat sundulan. Di pertandingan kedua (22 November), Indonesia berhasil menahan imbang sang tuan rumah Filipina dengan skor 2-2, dan hasil itu semakin membuka peluang Indonesia untuk melaju ke semi final walau kecil. Di pertandingan terakhir babak grup (25 November), Indonesia mampu mengalahkan Singapura dengan skor 2-1, meskipun sempat tertinggal terlebih dahulu namun timnas kita mampu bangkit di babak kedua, dan Indonesia pun berhak melaju ke semi final karena di waktu yang bersamaan Filipina dikalahkan Thailand dengan skor tipis 1-0.

Di babak semi final, Indonesia menantang kekuatan dari timnas Vietnam yang merupakan pemuncak klasemen di grup yang berbeda (grup B). Semi final leg pertama (3 Desember) yang dilangsungkan di Indonesia tepatnya di stadion baru Pakansari, Cibinong, Bogor; Indonesia mampu mengalahkan Vietnam dengan skor 2-1. Indonesia pun semakin semangat dengan kemenangan itu untuk bermain di kandang Vietnam. Dan terbukti, di Hanoi Vietnam (7 Desember), timnas Indonesia mampu menahan imbang tuan rumah Vietnam dengan skor 2-2. Dan itu merupakan pertandingan yang sangat dramatis dan tidak akan pernah dilupakan oleh kedua kesebelasan. Awalnya, tidak ada yang menduga bahwa timnas kita mampu membobol gawang Vietnam terlebih dahulu, namun Vietnam mampu membalikkan keadaan meski bermain dengan 10 pemain akibat penjaga gawang mereka yang terkena kartu merah oleh wasit kontroversial itu. Namun dengan semangat juang yang tinggi, Indonesia mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalty dari Manahati Lestusen di babak extra time, skor pun berubah menjadi aggregat 4-3 untuk kemenangan Indonesia. Timnas Indonesia pun kembali membuat kejutan dengan berhasil melaju ke babak puncak untuk merebut gelar Piala AFF untuk pertama kalinya dalam sejarah sepakbola senior Indonesia.

Di babak final, Indonesia bertemu dengan timnas Thailand yang sebelumnya melangkah mulus ke final dengan mengalahkan timnas Myanmar dengan skor aggregat 6-0, nyaris tanpa beban. Dari babak penyisihan hingga babak semi final leg 2, Thailand hanya kebobolan dua gol saja, dan itu pun gol dari pemain timnas Indonesia saja. Sementara, gawang Kurnia Meiga sudah kebobolan sebanyak 10 gol, tetapi penampilan penjaga gawang agresif itu sangat memuaskan karena banyak sekali penyelamatan-penyelamatan berharganya. Babak final leg 1 (14 Desember), Indonesia dengan susah payah berhasil membuat malu Thailand dengan mengalahkannya dengan skor 2-1 meski pada babak pertama tertinggal terlebih dahulu oleh gol dari Teerasil Dangda. Kembali, Indonesia mampu come back lewat gol spektakuler dari Rizky Pora dan tandukan Hansamu Yama yang membuat Thailand harus menerima kekalahan pertamanya di ajang AFF 2016 ini, statistik Thailand pun mengalami penurunan setelah dipermalukan Indonesia di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Nampaknya stadion Pakansari adalah stadion yang sangat angker bagi tim-tim lawan dari Indonesia, karena walaupun baru saja dipakai dua kali (melawan Vietnam dan Thailand), stadion itu sangat tidak bersahabat bagi negara lain. Pakansari memang mempunyai kenangan yang manis bagi timnas Indonesia, Thailand saja bisa dilibas.

Dan pada babak final leg 2 (17 Desember), giliran Indonesia yang menjamu Thailand di stadion Rajamangala, Bangkok yang berkapasitas sekitar 60000 orang. Untuk menambah semangat para pemain timnas Garuda, pihak PSSI pun memberangkatkan keluarga timnas ke Thailand untuk menyaksikan langsung kebanggaan keluarganya bermain dan berjuang untuk masyarakat Indonesia. Namun apa dikata, Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 2-0. Dan Thailand berhak untuk trofi kelimanya dengan mengalahkan Indonesia dengan skor aggregat 3-2. Kemenangan Thailand ini merupakan hal yang biasa, karena mereka sudah mempunyai banyak gelar Piala AFF. Dan mitos-mitos sebelum pertandingan (pemenang leg pertama akan menjadi juara, Teerasil Dangda top skor Thailand gagal juara, Indonesia seperti Portugalnya Asia, Leicesternya Asia) pun tidak terbukti, Indonesia harus puas menerima kenyataan yang cukup menyakitkan ini. Walaupun underdog, jika sudah sampai di final siapa yang tidak mau juara. Tetapi perjuangan timnas Indonesia serta official tim dan juga pelatih staff pelatih patut diacungi 4 jempol karena bisa melangkah dan terbang sejauh ini tanpa ada yang menyangka sama sekali karena dengan persiapan yang minim juga Indonesia baru saja terbebas dari sanksi FIFA. Indonesia sudah juara, Indonesia memang juaranya. Meskipun Indonesia bukan juara AFF, tetapi timnas Indonesia telah menjadi juara di hati masyarakat Indonesia. Ini merupakan awal kebangkitan timnas kita, Garuda kita pasti bisa melangkah dan terbang lebih jauh lagi. Tak ada perjuangan yang sia-sia, ini belumlah saatnya kita membawa pulang piala AFF itu, tapi akan ada waktu untuk kita membawa piala itu ke tanah air bahkan kita bisa menjadi King of ASEAN yang sesungguhnya. Tetaplah semangat, buktikan bahwa sayap-sayap Garuda kita belumlah patah, kita masih bisa terbang lebih tinggi lagi. Kalian mampu kembali mempersatukan masyarakat Indonesia dengan sepakbola. TERIMAKASIH TIMNAS GARUDA, KAMI BANGGA PADAMU!!!

Inilah daftar nama 23 pemain pahlawan timnas Indonesia di ajang Piala AFF Suzuki Cup 2016 :
Penjaga gawang : Kurnia Meiga, Andritany Ardhyasa, Teja Paku Alam
Pemain belakang : Benny Wahyudi, Manahati Lestusen, Hansamu Yama Pranata, Abduh Lestaluhu, Fachruddin Aryanto, Yanto Basna, Abdul Rachman, Gunawan Dwi Cahyo
Gelandang : Bayu Pradana, Evan Dimas Darmono, Zulham Zamrun, Stefano Lillipaly, Andik Vermansah, Rizky Pora, Dedi Kusnandar, Bayu Gatra
Pemain depan : Boaz Solossa (Captain), Ferdinand Sinaga, Lerby Eliandry, Muchlis Hadining Saepullah

Senin, 12 Desember 2016

Final ke-5 untuk Timnas Garuda (Semoga Juara)

Selamat siang kawan-kawan semua pecinta sepakbola ataupun bukan pecinta sepakbola akhirnya saya hari ini bisa kembali membuat blog mengenai lolosnya timnas Indonesia ke babak final Piala AFF 2016 yang akan menantang tim terkuat di Asia Tenggara saat ini, yaitu Thailand.

Hari Rabu malam tepatnya tanggal 7 Desember 2016 adalah hari yang tak akan pernah terlupakan oleh publik sepakbola Indonesia maupun Vietnam. Sebuah pertandingan yang sangat dramatis, sarat akan emosi, mental, dan perjuangan demi meraih tiket ke babak puncak. Namun keberuntungan ada di pihak timnas Indonesia, anak-anak garuda berhasil menuju final menantang kekuatan Thailand yang sudah memastikan final setelah menang aggregat 6-0 atas Myanmar, sebuah hasil yang sangat fantastis.

Ini adalah babak final piala AFF ke-5 bagi timnas Indonesia, dan sampai saat ini Indonesia belum bisa menjuarai piala AFF. Dimulai dari tahun 2000, 2002, 2004 saat masih bernama Piala Tiger dan terakhir saat final 2010 (sudah Piala AFF) gagal mendulang juara setelah dikalahkan Malaysia dengan kemenangan aggregat 4-2 yang membawa Malaysia pertama kali menjuarai Piala AFF. Dan pada tahun 2016 ini Indonesia akan bertemu Thailand di final. Sebelumnya, Indonesia sudah dua kali bertemu di final dengan Thailand, yaitu pada tahun 2000 dan 2002. Tahun 2000 Indonesia kalah 4-1 oleh Thailand di kandang Thailand saat belum ada partai home dan away seperti sekarang ini, sementara pada tahun 2002 Indonesia harus rela memberikan gelar Piala Tiger kepada Thailand lewat babak adu penalty meski bermain di depan publik sendiri. Sempat tertinggal 2-0 pada babak pertama, timnas Indonesia mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada babak kedua sehingga memaksa pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time. Nampaknya, keberuntungan masih belum berpihak kepada timnas Indonesia.

Saya sendiri sangat tidak menyangka Indonesia bisa melangkah sejauh ini. Karena mengingat persiapan yang sangat singkat serta pelatih Alfred Riedl yang tidak bisa membawa semua pemain pilihannya ke Piala AFF, ditambah Irfan Bachdim yang cedera setelah bentrok dengan Hansamu Yama. Namun timnas Indonesia memiliki semangat juang 45 yang berkobar-kobar. Sempat terseok-seok di babak penyisihan dan sangat tidak di unggulkan, akhirnya Indonesia mampu memperlihatkan mental juaranya ketika pertandingan pertama dikalahkan oleh Thailand dengan skor telak 4-2 meski timnas kita sempat menyamakan kedudukan 2-2.

Sejak kekalahan itu, nampaknya Indonesia sama sekali tidak pernah putus harapan, dan terus menampilkan fighting spiritnya. Bermain imbang 2-2 melawan Filipina sempat membuka peluang Indonesia ke babak selanjutnya. Namun nampaknya itu sedikit berat mengingat pertandingan terakhir lawan yang dihadapi adalah Singapura yang sudah merasakan 4 kali juara AFF dan bersamaan dengan itu, Singapura mempunyai peluang yang sama seperti Indonesia dan Filipina. Sempat tertinggal 1-0 di babak pertama, Indonesia bangkit dibabak kedua dengan membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat gol Andik dan gol menit-menit terakhir dari Lilipaly, dan Indonesia pun berhak menuju semi final mengingat Thailand berhasil mengalahkan Filipina 1-0.

Di semi final leg pertama, Indonesia berhasil menekuk Vietnam dengan skor tipis 2-1 lewat tandukan Hansamu Yama Pranata yang merupakan gol dan pertandingan pertamanya di timnas senior. Gol kedua diciptakan Sang Kapten Boaz Solossa lewat eksekusi penaltynya. Gol Vietnam dilesakkan pemain bernomor punggung 10 lewat tendangan penaltynya. Dan nampaknya hadiah penalty bagi Vietnam sempat menjadi kontroversi, karena tidak jelas pelanggaran apa yang dibuat oleh Benny Wahyudi yang menyebabkannya mendapatkan kartu kuning.

Di leg kedua, Indonesia tampil sangat percaya diri dan siap untuk melangkah ke final. Namun, di stadion Vietnam itu sangat penuh sekali dengan pendukung Vietnam, ditambah dengan para pejabat-pejabat tinggi Vietnam, namun masih ada supporter Indonesia yang mendukung timnas Garuda di Vietnam. Sepanjang pertandingan babak pertama, Vietnam sangat menguasai pertandingan. Pada babak kedua pun Vietnam masih mendominasi pertandingan, namun Indonesia mampu mencuri gol lewat aksi Boaz yang menciptakan kemelut di kotak penalty sehingga Lilipaly berhasil memasukkan bola ke gawang Vietnam yang semakin mempersulit Vietnam untuk bisa melangkah ke final. Petaka terjadi ketika penjaga gawang Vietnam harus menerima kartu merah karena di anggap memprotes wasit atau apa itu masih menjadi kontroversi, karena wasit Tiongkok itu nampak tidak bekerja dengan adil dan begitu kontroversial yang merugikan tuan rumah Vietnam begitu juga Indonesia. Karena Vietnam sudah melakukan pergantian sebanyak tiga kali, terpaksa pemain belakang Vietnam pun harus menggantikan posisi penjaga gawang Vietnam yang diusir oleh wasit asal Tiongkok itu. Perjuangan Vietnam pun semakin berat, namun sepertinya itu semua semakin membuat para pemain Vietnam bermain lepas dan menekan seperti masih bermain dengan 11 pemain. Menit 83, awal petaka terjadi bagi Indonesia, karena pemain Vietnam berhasil menyamakan kedudukan lewat umpan yang diberikan oleh pemain mungil Vietnam lewat tendangan bebasnya. Menit 90, wasit mengangkat papan elektronik yang menandakan bahwa pertandingan akan ditambahkan sebanyak 5 menit, sebuah waktu yang sangat lama bagi Indonesia dan sangat singkat bagi Vietnam. Sementara, official dan pemain pengganti Indonesia sudah menunggu di pinggir lapangan untuk merayakan lolosnya Indonesia ke final. Menit 90+3  adalah hal yang paling menyesakkan bagi pemain Indonesia, semua pendukung timnas di Vietnam dan tanah air termasuk saya, karena Vietnam berhasil membalikkan keadaan dengan jumlah pemain yang hanya 10 menjadi 2-1 sehingga aggregat menjadi sama kuat 3-3. Saya pun hampir saja ingin melemparkan ponsel saya ke lantai, namun itu semua sia-sia. Dua menit menuju final harus tertunda selama 30 menit, sementara pemain inti sudah diganti semua oleh Coach Alfred Riedl. Boaz, Andik, dan Lilipaly sudah digantikan oleh Ferdinand, Zulham, dan Dedi Kusnandar. Menit 97 (7 menit babak pertama extra time), Ferdinand dilanggar di kotak penalty oleh kiper dadakan Vietnam, sehingga wasit pun memberikan hadiah penalty bagi Indonesia. Manahati Lestusen yang bertindak sebagai algojo pun berhasil menuntaskan tugasnya meskipun ia adalah pemain yang masih terbilang muda dengan usia baru 22 tahun, namun keberaniannya patut diacungi 4 jempol. Sehingga Vietnam harus menciptakan dua gol untuk memastikan lajunya ke final, namun itu semua sangatlah sulit, mengingat pemain yang hanya 10 dan juga sudah letih. Tak lama setelah itu, kontroversi wasit pun semakin bertambah setelah meralat keputusannya untuk memberikan hadiah penalty kedua untuk Indonesia setelah Rizky Pora dilanggar di kotak penalty. Tetapi walaupun begitu, hingga peluit akhir dibunyikan skor 2-2 tidak berubah sehingga skor aggregat menjadi 4-3 bagi kemenangan Indonesia yang membuatnya melangkah ke final Piala AFF 2016. Perjuangan selama 120 menit pun tidaklah sia-sia. Tetapi, saya sangat menghargai semangat juang tanpa henti dari timnas Vietnam, tanpa mengenal lelah. Dan saya berharap, di final nanti semangat Indonesia harus melebihi semangat para pemain Vietnam ini.

Meski Indonesia adalah tim yang baru keluar dari sanksi FIFA, persiapannya kurang dari tiga minggu, pemain yang tidak maksimal dibawa, serta kendala-kendala lainnya tidak membuat Indonesia menyerah. Timnas Indonesia mampu membuktikan kepada semua tim bahwa Indonesia patut diperhitungkan. Meski menjadi underdog, Indonesia mampu melaju ke final melalui perjuangan yang sangat hebat. Thailand adalah batu sandungan bagi Indonesia, dan merupakan tim sepakbola terkuat di Asia Tenggara. Namun itu semua belum bisa terbukti sebelum laga final diselenggarakan di kedua negara. Thailand bukan tidak mungkin untuk tidak bisa dikalahkan. Perlu diingat, hanya Indonesia satu-satunya tim yang mampu membobol gawang Thailand sebanyak 2 gol saat babak penyisihan tanggal 19 November lalu. Dan sampai saat ini, belum ada yang mampu membobol gawang Thailand. Dan semoga di laga final nanti, Indonesia bisa bermain spartan dan lebih baik untuk bisa mengalahkan Thailand dan merebut gelar juara AFF yang perdana. Tidak ada yang mustahil dalam sepakbola. Lihat saja pada tahun 2010, Malaysia yang kalah di babak penyisihan oleh Indonesia 5-1, akhirnya bisa membawa gelar juara AFF perdananya setelah mengalahkan Indonesia di babak final yang sebelumnya telah mengalahkannya di babak penyisihan. Dan semoga saja Indonesia bisa belajar dari tahun 2010 sehingga bisa mengunci gelar dan membawa Piala AFF pertamanya ke tanah air, Amin.

Andik Vermansyah mempunyai feeling bahwa Indonesia bisa menang. Dan saya pun mempunyai feeling, Indonesia bisa menjadi juara AFF tahun ini. Semoga saja, kita doakan bersama untuk kemenangan Indonesia. Apa pun hasilnya, timnas Indonesia patut diberikan penghargaan setinggi-tingginya berkat perjuangan kerasnya selama ini. Meskipun belum berlaga di final, namun timnas Indonesia sudah menjadi juaranya!

Jumat, 25 November 2016

Timnas Garuda ke Semi Final Piala AFF 2016

Tak terasa, Timnas Garuda Indonesia kembali ke kancah internasional untuk mengikuti turnamen Piala AFF Suzuki Cup 2016 yang dulu dinamakan sebagai Piala Tiger atau sponsor minuman dari Negeri Singa atau Singapura negara yang bersih.

Tahun 2010 adalah tahun dimana Timnas Indonesia sedang maju-majunya dengan melangkah ke babak puncak dengan melawan Sang Musuh Bebuyutan; Malaysia. Di penyisihan group, saat itu Indonesia mampu meraih poin sempurna; yaitu 9 poin. Di pertandingan perdana, Indonesia mampu menggulung Malaysia 1-5 meski sempat tertinggal terlebih dahulu 1-0 oleh pemain Malaysia. Namun, sebagai mental juara Indonesia mampu memenangkan laga itu dengan baik. Dan setelah itu, Indinesia pun menampilkan permainan yang garang hingga mampu melaju ke babak final melawan tim yang pernah satu grup dengan Indonesia; Malaysia.

Namun apa dikata, Indonesia yang mampu membantai Malaysia di penyisihan grup, ternyata tidak bisa mengulang kesuksesan itu lagi setelah pada laga pertama babak final (leg 1) Indonesia takluk di Malaysia dengan skor 3-0 tanpa balas. Meski sempat menang di Indonesia dengan skor 2-1, Indonesia tetap tak bisa merengkuh gelar juara akibat kalah dalam aggregat. Yang dipecundangi di awal pun akhirnya bisa merebut juara dari yang memecundangi sejak awal. Ya itulah namanya sepakbola, kadang bisa diduga atau sama sekali tidak terduga. Indonesia pun kembali pada julukannya yang sering melaju ke final, namun tak mampu juara.

Setelah 2010, timnas senior Indonesia pun seakan semakin tidak menentu lajunya, seakan tidak ada semangat. Kecuali semangat pada anak-anak muda timnas U-19 yang mampu mempersembahkan Piala AFF pertama bagi timnas sepakbola Indonesia. Namun tanpa gelar untuk senior, belumlah lengkap.

Cobaan semakin berat ketika timnas Indonesia harus diberikan sanksi oleh FIFA, dan untuk sementara tidak akan bermain untuk laga-laga internasional. Namun Tuhan seakan tak rela dengan keterpurukan sepakbola Indonesia, selama kurang lebih satu tahun Indonesia dikucilkan oleh FIFA, akhirnya FIFA pun memcabut sanksi untuk Indonesia. Dan berhak mengikuti kembali turnamen internasional dan juga dalam waktu dekat itu akan mengikuti turnamen sepakbola se-Asia Tenggara yang diikuti oleh timnas Indonesia di group A yang dihuni oleh tuan rumah Filipina, Singapura, dan Thailand lawan yang begitu tangguh.

PSSI pun mempercayai kepada Alfred Riedl sebagai kepala pelatih timnas Indonesia walaupun beberapa kali ia tak mampu mempersembahkan Tropi Piala AFF untuk Indonesia. Ia pun sangat bertekad untuk mempersembahkan Piala AFF 2016 dengan semua kemampuannya. Namun masih saja ada kendala, Alfred Riedl hanya diperbolehkan memboyong dua pemain dalam setiap klub, dan ini merupakan tantangan yang cukup berat bagi Alfred Riedl. Alfred Riedl pun datang ke Filipina dengan skuad seadanya, ditambah dengan tak bisa bermainnya Irfan Bachdim pemain inti yang terkena cedera saat berlatih. Bermodalkan 4 kali pertandingan persahabatan dengan Malaysia, Myanmar dan dua kali dengan Vietnam. Indonesia hanya mampu memenangkan satu pertandingan melawan Malaysia 3-0, imbang tanpa gol melawan Myanmar, 2-2 dengan Vietnam di pertandingan pertama dan tumbang 3-2 di pertandingan terakhir. Tapi Riedl yakin dengan skuadnya ini mampu membawa Indonesia menjadi juara.

Perjuangan diawali dengan melawan Thailand pada 19 November 2016, Indonesia gagal meraih poin penuh karena kalah 4-2 dari negara berjuluk "Gajah Putih" itu. Sebenarnya Indonesia sempat mengimbangi 2-2 saat Boaz Salossa dan Lerby Eliandri menyamakan kedudukan, namun Thailand mampu kembali unggul di menit-menit terakhir.

Pertandingan kedua pada 22 November 2016 melawan tuan rumah Filipina harus dimaksimalkan oleh Indonesia. Namun hanya hasil imbang 2-2 yang diraih Indonesia. Sempat dua kali mengungguli Filipina, lagi-lagi pada menit-menit terakhir Philip Younghusband mampu menyamakan kedudukan berkat tendangan bebasnya.

Indonesia harus tampil habis-habisan (memenangkan pertandingan) melawan Singapura sambil berharap Filipina kalah atau imbang melawan Thailand jika Indonesia ingin tampil di semi final.

Tepat pada 25 November 2016 pukul 19.00 WIB, Indonesia bermain hidup dan mati melawan timnas Singapura yang juga ingin melaju ke semi final. Singapura mempunyai keunggulan yaitu baru satu gol yang bersarang ke gawang Singapura namun belum bisa mencetak gol sama sekali. Sementara Indonesia sudah kebobolan 6 gol dan memasukkan 4 gol. Di waktu yang bersamaan pula, Filipina akan melawan Thailand yang sudah memastikan lolos ke semi final dengan 6 poinnya hasil dua kali kemenangan. Jika Filipina imbang dan Indonesia pun imbang, maka Filipina yang akan melaju ke semi final kecuali jika Indonesia atau Singapura memenangkan pertandingan, maka sang tuan rumah Filipina akan tersingkir.

Sebagai bangsa Indonesia yang cinta akan tanah air, jantung saya sangat berdebar-debar ketika peluit pertama dibunyikan oleh wasit asal Suriah. Saya berdoa dalam hati semoga saja Indonesia bisa memenangkan pertandingan dan bisa melaju ke semi final. Walaupun tak bisa berada di lapangan langsung atau mendukung langsung di Filipina, cukup di rumah saja saya mendukung sang Garuda dan berdoa yang terbaik bagi timnas Indonesia.

Di awal-awal pertandingan Indonesia menampilkan permainan yang agresif, beberapa kali para pemain Indonesia pun sempat mengancam gawang Singapura yang dikawal oleh pemain senior berumur 32 tahun itu. Dan ketika itu saya yakin bahwa Indonesia bisa mengalahkan Singapura yang terlihat kurang berkembang permainannya, hanya mengandalkan serangan balik saja. Namun pada menit ke 26, hati saya seakan tak bisa menerima, tertegun melihat gawang yang dikawal Kurnia Meiga harus dibobol oleh striker Singapura bernama Khairul Amri. Berawal dari lemparan ke dalam, pemain belakang singapura berumur 22 tahun menyundul dan tertuju kepada Khairul Amri yang tak terkawal pemain belakang Indonesia, dan striker Singapura itu pun langsung menghujam gawang Indonesia melalui sepakan setengah vollynya yang indah. Alhasil, kedudukan pun berubah 1-0 untuk keunggulan Singapura sementara.

Langkah Indonesia pun semakin berat, dan Indonesia mau tidak mau harus berusaha membalikkan keadaan jika ingin lolos ke semi final.

Babak pertama pun berkesudahan dengan keunggulan Singapura sementara. Saya pun semakin berdoa agar timnas bisa menyamakan kedudukan di babak kedua. Dan doa saya seakan terkabulkan, menit ke 63 Indonesia bisa menyamakan kedudukan. Berawal dari akselerasi Rizky Ripora melewati pemain belakang Singapura, lalu mengirim umpan silang ke dalam kotak penalty. Andik yang tak terkawal pun menerima umpan manis itu dengan tendangan firs timenya yang melesat ke jala kiri Singapura, Andik pun bersujud syukur, para official team pun merayakan gol itu dengan gembira. Kedudukan pun berubah menjadi sama kuat, dan asa untuk ke semi final pun semakin terbuka lebar.

Tak lama setelah itu Zulham Zamrun dan Ferdinand Sinaga pun dimasukkan oleh pelatih Alfred Riedl, dan bersamaan dengan itu ada informasi bahwa Thailand sementara mengungguli Filipina 1-0. Dan Indonesia pun harus memanfaatkan situasi ini, karena jika berhasil mengalahkan Singapura, Indonesia akan otomatis lolos ke semi final. Jika imbang, kemungkinan besar Indonesia akan angkat koper lehih dulu.

Waktu normal tersisa 8 menit lagi, dan satu menit setelah itu tepatnya menit ke-83 semua pendukung Indonesia bersorak baik yang ada di lapangan ataupun di rumah. Stefano Lillipaly berhasil menjadi pahlawan bagi Indonesia berkat gol pentingnya. Berawal dari serangan balik Indonesia, Boaz berlari kencang hingga hampir melewati garis pembatas, namun sebelum melewati garis pembatas Boaz mengirim umpan silang yang tak bisa diantisipasi oleh kedua pemain belakang Singapura yang salah satunya berumur 38 tahun itu, Stefano Lillipaly berdiri bebas dan seakan tak menduga bahwa bola akan datang ke hadapan dirinya, tanpa basa-basi ia langsung menendang bola itu dengan kencang dan melesat masuk ke jala pojok kanan gawang Singapura, sang kiper dan para pemain Singapura pun hanya bisa melihat bola itu masuk ke dalam gawang. Stefano berlari ke pinggir lapangan merayakan golnya itu yang jika sampai peluit terakhir dibunyikan akan membawa timnas lolos ke semi final menemani Thailand.

Sisa waktu terasa sangat lama bagi Indonesia, namun terasa sangat sebentar bagi Singapura. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap tidak berubah; 1-2 untuk keunggulan Indonesia yang membawanya ke semi final. Para pemain pun bersujud syukur akan kemenangan itu. Perjuangan mereka sampai ke semi final sangatlah sulit, tetapi mereka mampu membuktikannya. Ini adalah pencapaian yang baik mengingat timnas Indonesia baru saja bebas dari sanksi FIFA.

Namun, perjalanan Indonesia belumlah berakhir sampai disitu. Indonesia harus bisa memenangkan laga di semi final jika ingin melaju ke final dan merebut gelar juara Piala AFF 2016 yang sangat didambakan bangsa Indonesia.

Semoga saja saya bisa menulis di blog ini lagi ketika melajunya Indonesia ke babak puncak dan merengkuh gelar juara Piala AFF 2016. Semoga saja. Mari kita dukung mereka dengan doa dan berbagai hal apa pun. Jangan benci mereka ketika kalah ataupun diam ketika mereka menang. Kita bangsa Indonesia. Jika kita cinta tanah air ini, cintai pula sepakbola Indonesia.

Salam Sepakbola Indonesia!!!
Salam Indonesia Juara!!!
Dukung Timnas Indonesia!!!

Jumat, 11 November 2016

10 NOVEMBER : HARI PAHLAWAN (HANYA SEKEJAP SAJA?)

Kemarin kita memperingati Hari Pahlawan pada 10 November, perjuangan yang tidak akan pernah terbalaskan. Penuh duka, luka, amarah, nyawa yang beterbangan; pergi ke tempat yang indah. Ya, para pahlawan Bangsa Indonesia yang telah berjuang jiwa dan raga mempertahankan negeri seribu cerita ini. Perjuangan yang amat mulia nan suci, yang sekarang kita menikmati hasil perjuangan dan pertempuran para mereka yang berjiwa tempur mempertahankan banyak jiwa.

Dan tanggal itu dan tahun itu : 10 November 1945, diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari yang amat sakral, berharga, berpengaruh banyak terhadap persendian umat Nusantara.  Hingga para pendiri negara pun menjadikan tanggal itu menjadi tanggal bersejarah, demi mengenang atau lebih tepatnya menghormati jasa para mereka sang pahlawan negara dan rakyat banyak.

Dan sekarang, pada tahun 2016 tanggal bersejarah itu kembali datang dengan sejuk dan tanpa duka, meski 6 hari sebelum itu; terjadi unjuk rasa dari para ormas islam yang menuntut ditegakkannya hukum kepada yang bersangkutan atau menurut mereka yang telah menistakan agama.

10 November 2016, semua rakyat Nusantara memperingati atau bahkan merayakan salah satu hari bersejarah ini. Di setiap sekolah, melakukan berbagai pengapresiasian, perlombaan antarkelas, atau hal-hal yang lain yang bisa mengingatkan mereka kepada para pejuang yang telah rela mengorbankan jiwa raganya. Dan juga apakah benar dengan hal itu; dengan perlombaan memperingati hari bersejarah itu para siswa ataupun kalangan lainnya bisa mengingat perjuangan mereka? Apakah bisa merasakan dalam hati akan sakitnya dan pedihnya perjuangan para pejuang masa dahulu? Apakah mereka juga bisa menghargai dengan penghargaan maha besar atau entah apa itu untuk membuat para pejuang yang ada di alamnya merasakan kebanggaan, senang, atau merasa tersanjung dan terhormat dengan apa yang sudah generasinya lakukan? Apa mungkin mereka yang memperingati Hari Pahlawan itu hanya ingin mengambil kesempatan untuk sekedar berlibur atau merilekskan pikiran dengan macam-macam perlombaan itu? Perlu ditanya apakah mereka sama sekali tidak mengenang kejadian masa lampau itu; meski hanya sekedar memberikan doa kepada mendiang para pejuang dan pahlawan bangsa yang amat penting itu? Apakah setelah perlombaan atau memperingati hari itu selesai, selesai pula mereka ingat akan pahlawan masa lampau? Apa hanya sehari itu saja? Cukup sehari saja? Apa setega itu? Apa mereka pikir memperingati seperti itu saja sudah cukup dan sudah memberikan sesuatu yang amat diinginkan oleh para pahlawan kita? Tentu saja tidak, kita sebagai generasi emas dan pemuda harus terus mempertahankan keutuhan NKRI ini dengan jiwa dan raga kita seperti para pahlawan dahulu melakukannya untuk kita. Bukan hanya 10 November saja kita mengaplilasikannya, tetapi setiap saat kita harus mengaplikasikannya; mempertahankan negara kita tercinta ini dengan berbagai cara. Jangan sampai negeri ini bisa dijajah oleh negara-negara lain. Jangan salah, banyaknya produk luar negeri yang banyak masuk ke Indonesia bukan berarti tidak berdampak apa-apa, itu semua justru bukti bahwa kita masih dijajah oleh negara pengekspor itu secara tidak langsung. Pernahkah kita berpikir sampai kesana? Kalau begitu, kenapa kita hanya diam saja? Ya, saya tahu dengan apa kita menghentikannya 'kan? Ya begitulah, tidak ada yang bisa menghentikannya dengan semudah itu. Tetapi kita bisa melakukannya dengan berbagai hal, dengan menggunakan kemampuan yang kita miliki, kita bisa mengalahkan mereka. Tentunya dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Jangan pernah kenal kata "menyerah", lakukan sesuatu hal yang terbaik bagi negeri kita tercinta ini, agar perjuangan para pahlawan dahulu tidaklah sia-sia. Karena sejatinya, tidak ada hal yang sia-sia di dunia ini. Semuanya mempunyai kepentingan masing-masing.

Jadi, kita tidak hanya melakukan penghormatan perjuangan para pahlawan terdahulu hanya di hari-hari penting saja, namun kita harus bisa melakukan penghormatan itu dengan cara positif yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, setiap saat bukan hanya hari-hari tertentu saja seperti 10 November ini. Setiap hari kita bisa membuktikan kepada para pahlawan bangsa, bahwa kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan mempertahankan NKRI ini, dan bukan hanya TNI POLRI saja yang melakukan hal itu. Kita sebagai rakyat/bangsa/kekuatan pendukung sepatutnya melakukan hal-hal yang membuat para pahlawan dan para pendiri negara terdahulu merasa senang, bahagia, dan juga merasa terhormat serta dihargai. Semoga dengan peringatan 10 November ini, kita semua bisa lebih meningkatkan jiwa nasionalisme kita.

Sekian, terimakasih.

Rabu, 02 November 2016

BEDAH BUKU DI SEKOLAH

Assalamualaikum sobat saya yang baik hatinya, sebelumnya saya mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda walaupun sudah lewat 5 hari yang lalu. Tanggal 28 Oktober 2016 (Jum'at) sangat bertepatan sekali dengan acara di sekolah saya yaitu "Acara Bedah Buku". Acara ini baru pertama kali dilaksanakan di sekolah saya, dan ini merupakan satu loncatan besar untuk menumbuhkan minat dunia sastra kepada para siswa-siswi di sekolah saya. Sebelumnya, minat murid untuk membaca di sekolah saya masihlah sangat kurang, entah mengapa saya juga tidak tahu. Padahal, membaca itu sangat penting untuk menambah ilmu. Baik ilmu alam, sosial, budaya, ataupun ilmu-ilmu lainnya. Saya sendiri mulai cinta membaca ketika beranjak di Sekolah Dasar, dan sampai saat ini saya masih cinta akan membaca. Karena bagi saya, hidup tanpa membaca itu akan terasa hampa. Boleh alay dikit kali ya, hihihi... :)

Kembali ke pokok permasalahan, ceileh... Sesuai dengan judul postingan kali ini, saya akan membahas tentang Acara Bedah Buku yang diadakan oleh sekolah saya yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Buku yang akan dibahas adalah buku berjudul "Cinta Dalam Tumpukan Jerami" karya penulis asal Palembang bernama Mahabb Adib Abdillah. Ia alumnus dari Universitas Padjajaran, Bandung. Saya menyimak waktu itu Kang Adib mengambil jurusan Kesejahteraan Sosial. Moderator dari acara ini adalah Bapak Herwan, guru PAI saya yang cukup nyentrik dan unik. Metode belajarnya cukup bisa membuat murid di sekolah saya tidak merasakan kejenuhan saat belajar.

Sebelum acara dimulai, Pak Moderator memberikan sambutan singkat mengenai motivasi hidup. Pak Herwan bercerita singkat seperti ini (yang saya simak) : "Disebuah desa, ada seorang anak yang melihat balon gas berwarna Merah diterbangkan ke langit, lalu tak lama setelah itu ada balon gas berwarna Biru yang terbang ke langit, dan setelahnya ada balon berwarna Ungu juga terbang ke langit, dan seterusnya. Anak itu bingung kok kenapa balon gas yang warnanya beda itu bisa terbang semua. Dan ada seseorang yang mencoba menjelaskan kepada anak itu, 'Nak, semua warna itu bisa terbang, asalkan komposisinya tepat, ukurannya tepat', dan anak itu pun mengerti. Jadi, mau kalian jurusan IPA, IPS, atau bahasa; kalian semua bisa terbang, layak terbang, asalkan komposisinya tepat", tutup Pak Herwan yang diiringi tepuk tangan dari para peserta Bedah Buku.

Selanjutnya, Kang Adib (penulis) pun memperkenalkan diri yang dipersilahkan oleh Pak Herwan. Diatas saya sudah membocorkannya sedikit. Dan sekarang saya akan lebih memperjelas. Kang Adib ini sudah tidak mempunyai kedua orangtua sejak kecil, dia hidup dengan bekerja keras. Sejak SMA, Kang Adib sudah bisa berpenghasilan sendiri dengan bekerja sebagai Wartawan Sekolah, kalau tidak salah di Sriwijaya Post, saya juga kurang ingat waktu itu. Tampilannya nyentrik banget dengan memakai bando. Dan sepertinya Kang Adib pun orangnya cukuo unik. Ia juga sebelumnya pernah membuat sebuah buku yang berjudul kalau gak salah "Universitas Jatinangor Oxpord", kalian bisa cek sendiri di mbah google. Ia juga salah satu anggota di Forum Lingkar Pena cabang Jawa Barat juga bersama Pak Herwan di Sukabumi. Kang Adib sendiri menulis buku "Cinta Dalam Tumpukan Jerami" sejak tahun 2007-2013. Dan baru diterbitkan pada tahun 2016, waktu yang sangat panjang. Ia sendiri mengatakan buku ini bercerita tentang perjalanan cinta. Kang Adib juga mengisahkan seorang anak keturunan yang hidup di sebuah daerah, saya kurang begitu jelas saat itu mendengarkannya. Pokoknya, acara bedah buku saat itu sangatlah seru. Apalagi ketika sesi tanya-jawab, Kang Adib sangat lihay sekali dalam menjawab dari 8 orang penanya. Saya ingat ketika Kang Adib menjawab pertanyaan dari salah satu penanya, bahwa penulis itu jangan takut di kritik, karena kritik itu bisa membuat kita tahu dimana letak kelamahan penulisan kita, sehingga kita bisa memperbaikinya ketika menulis lagi. Inspirasi dari menulis itu banyak sekali, tidak dengan harus selalu dengan mood. Menulis itu tidak dengan mood, tapi jalani saja. Inspirasi akan datang dari mana saja.

Acara bedah buku itu juga diselingi dengan hiburan pembacaan Puisi dari siswi kelas X IPA 1, siswi itu merupakan peraih juara 1 lomba puisi satu hari sebelum pelaksanaan acara Bedah Buku. Sebelumnya yang akan tampil adalah juara musikalisasi puisi, namun karena ada halangan, juara 1 puisi lah yang turun memberikan hiburan. Pembacaan puisi dari siswi itu sangat bagus, hingga semua pendengar pun terkagum-kagum, termasuk saya.

Setelah acara selesai, kami diberi tahu bahwa para peserta bedah buku akan diberikan sertifikat atas acara yang berlangsung ini dari dinas atau apa ya, saya lupa lagi. Hal itu disampaikan oleh Wakasek Bidang
Kurikulum, Bapak Sumardi yang tak lain adalah guru Bahasa Indonesia di sekolah saya dan sempat membuka acara bedah buku ini diawal. Saya sangat senang sekali dengan kabar itu. Setelah itu, kami pun diberikan kesempatan untuk berfoto-foto bersam Kang Adib, sang penulis "Cinta Dalam Tumpukan Jerami". Saya ingin sekali membaca bukunya. Sepertinya sangat menarik dan bagus sekali untuk dibaca.

Dan kesimpulannya, acara bedah buku ini sangat sukses dilaksanakan dan sangat berdampak positif bagi sekolah maupun pelajar untuk lebih meningkatkan semangat dalam dunia sastra, khusunya dalam membaca.

Foto diatas merupakan foto pertama saya dengan seorang penulis profesional. Kang Adib ada di posisi ke-3 dari kiri yang menggunakan bando, sementara di sebelah kang Adib adalah Pak Herwan yang tak lain adalah moderator dari acara bedah buku dan sekaligus guru PAI saya yang unik. Dan kelima makhluk lainnya adalah saya dan rekan-rekan saya di kelas XII IPA 3 (UNSOSTIC). Pada tahu kali ya mana wajah saya? Hihihi...

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat. Assalamu'alaikum Wr.Wb....

Minggu, 04 September 2016

BERMIMPI SETINGGI MUNGKIN

Mimpi, kalian tau apa itu mimpi? Masa gak tau, pasti semua orang pada tau dong mimpi itu apa? Mimpi itu bro, panggilan 'sayang' anak-anak alay yang kalo di artiin jadi 'mimi-pipi' hahaha. Enggalah, saya cuma becanda kok kawan..

Mimpi disini bukan mimpi disaat tertidur, kalo mimpi yang itu beda lagi kawan.. Saya disini akan membahas tentang mimpi yang berarti harapan kita yang sebagian orang tidak percaya akan mimpi atau harapan kita ini, karena menurut 'mereka' mimpi ya hanya mimpi, tidak akan pernah menjadi kenyataan. Sama halnya seperti mimpi ketika tidur, tidak pernah menjadi kenyataan. Tapi apa kalian pernah bermimpi ketika tidur, dan mimpi itu keesokan harinya menjadi kenyataan? Saya yakin kalian semua pasti pernah mengalaminya, iya ga? Ya walaupun hanya sebagian mimpi saja, karena untuk mimpi tidur itu sudah saya jelaskan di atas (ceileh). Mimpi tidur aja terkadang bisa menjadi kenyataan, apalagi mimpi hidup yang sebenarnya? Asalkan kita yakin, berusaha bersungguh-sungguh, semua mimpi kita akan terwujudkan, percayalah hal itu, maka kamu juga akan percaya bahwa semua mimpimu akan menjadi kenyataan.

Ada orang yang bilang kalau mimpi itu jangan ketinggian, nanti kalau gak terwujud atau jatuh bisa sakit banget rasanya. Bener juga sih, tapi apakah kamu peduli sama perkataan mereka? Kalau kamu yakin dengan mimpi kamu, buat apa dengerin perkataan mereka? Toh mereka juga gak tau apa-apa kok.

Mimpi itu harus dibarengi dengan usaha, perjuangan, tekad, keyakinan dan juga doa. Tanpa itu semua, buat apa bermimpi? Misalkan kalian bermimpi ingin menjadi penyanyi, tapi kalian gak usaha buat ngewujudin mimpi itu, kalian sama sekali gak berlatih menyanyi, sampai kapan pun mimpi kamu gak akan terwujud kalau begitu. Bermimpilah dengan kadar dirimu sendiri, bermimpi dengan semua kemampuan yang kamu miliki. Janganlah muluk-muluk, yang terpenting kamu bisa menjalani usaha menuju mimpimu itu.

Saya juga pernah membaca kutipan dari seseorang ternama, "gantunglah semua mimpimu di atas langit, kalaupun terjatuh akan terjatuh diantara bintang-bintang". Hal ini juga yang membuat saya semakin berhasrat untuk bermimpi setinggi mungkin, karena tak ada yang mustahil jika kita mau berusaha untuk mewujudkannya. Dalam kutipan itu sangat jelas mengajak kita untuk bermimpi setinggi-tingginya, dan jangan takut jika mimpi itu tidak terwujud, karena bukan mimpi itu tudak terwujud, tetapi mimpi itu akan terwujud menjadi impian-impian yang tidak kita sadari, terjatuh bukanlah gagal melainkan ada yang lebih penting dan lebih baik dari itu semua.

Kurang lebih satu tahun yang lalu, saya menonton sebuah video inspirasi dari seorang mahasiswi. Ia membagikan pengalaman suksesnya lewat video. Ia menuliskan semua mimpi-mimpinya diatas sebuah kertas seperti kertas HVS. Ia menulis 100 mimpi di kertas itu dan ditempel di dinding kamarnya. Jika salah satu impian yang ia tulis terwujud, ia akan mencoretnya tanda bahwa ia telah berhasil menggapainya. Banyak sekali yang menertawakannya terkait tingkahnya yang tidak masuk akal itu, namun saya melihat di video itu ia berhasil membalas tertawaan dan cemoohan dari orang-orang itu dengan hasil yang sangat nyata. Banyak sekali coretan di kertas mimpinya itu yang berarti bahwa mimpi-mimpinya itu telah terwujud, hanya sebagian saja yang belum terwujud. Mulai dari hal yang kecil seperti ingin mendapatkan laptop gratis, dan ia berhasil mendapatkan laptop gratis itu karena memenangkan lomba menulis artikel. Menjadi mahasiswi dengan nilai terbaik (walaupun ia pernah mendapatkan IPK 2,7 dan mengulang mata pelajaran kuliah), bertemu dengan para orang sukses, bertemu dengan penulis seperti Tere Liye, berkunjung ke Thailand sampai terbang ke Eropa seperti London, ia berkunjung ke Oxford University sambil menikmati musim gugur disana.   Masih banyak lagi, kalau kalian mau nonton videonya cari aja di Youtube, kalau gak salah judulnya "the power of dreams... (lupa lagi)". Video itu membuat saya semakin bersemangat dalam bermimpi, karena sama sekali tidak ada yang mustahil di dunia ini.

Kamu bermimpi menjadi presiden? Bagus, apakah ada yang menertawaimu? Pasti ada. Namun, kalau gurumu pasti akan mendukungmu. Kalau ada yang meremehkan semua mimpimu, tunjukkan dengan hasil yang nyata kepada mereka suatu saat nanti, hingga mereka akan percaya bahwa bermimpi itu benar-benar penting dan tidak mustahil. Bermimpi menjadi juara kelas, belajarlah dengan keras. Jika juara kelas sebelumnya belajar 4 jam sehari, kamu harus melebihi jam belajar peringkat satu itu, bisa dengan 4,5 jam, 5 jam, atau lebih. Tak ada yang mustahil jika kita mau berusaha bersungguh-sungguh dan selalu berdoa dan juga berbakti kepada kedua orangtua.

Kalian bosan ya? Dari tadi mimpiii aja yang dibahas. Yaelah, kan judulnya juga tentang mimpi, kawan... (apaan si). Kalian masih meremehkan mimpi? Ubah mibdset kalian mulai sekarang, bermimpilah setinggi mungkin, bekerja keraslah demi mewujudkam semua mimpimu, jangan dengarkan mereka yang berusaha meremehkan dan menjatuhkanmu, percaya pada dirimu sendiri. Apa yang harus kamu lakukan kedepannya, lakukanlah dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh, percayalah akan mimpimu itu.

Kalau mimpi kamu terwujud, jangan lupakan saya oke? Hahaha. Saya juga sama kok lagi berjuang nih, mudah-mudahan mimpi saya dan mimpi kalian semua bisa terwujud dan membuktikan kepada mereka yang telah meremehkan dan menertawakan kita bahwa tertawaan mereka membawa kita ke kesuksesan yang nyata.

SALAM SUKSES!!! :)

Kamis, 25 Agustus 2016

BASA-BASI YANG BASI BANGET

Oke jumpa kembali dengan saya kawan, gimana nih kabarnya sehat apa lagi sakit nih? Kalau sehat ya syukur alhamdulillah kalau sakit ya berobatlah kawan jangan sampai dibiarin penyakitnya (buset dah basa-basinya panjang amat). Sesuai dengan apa yang akan saya bahas hari ini adalah tentang basa-basi seseorang kepada teman, kerabat, atau siapa saja atau bisa juga kepada orang yang baru dikenalnya atau ditemuinya.

Ngomongin soal basa-basi, kalian suka gak sih basa-basi sama temen kalian? Eh sebelum menjawab pertanyaan saya, kalian semua tahu gak sih apa itu basa-basi? Awas ya, basa-basi itu bukan basa yang basi, masa basa kok basi? (Apaan si belibet banget). Anak IPA pasti tahu dong apa itu basa? Dalam ilmu kimia atau fisika, ada yang dinamakan basa dan asam. Untuk bahasa gaulnya, basa itu bisa diartikan rasanya pahit lah sedangkan asam ya rasanya asem (untuk penjelasan ilmiahnya kalian udah pada tahu dong?), kalau belum tahu penjelasan sebenarnya buka lagi buku paketnya (woy lo mau jadi guru kimia apa ngeblog sih?). Haha santai aja kawan, saya cuma mau ngetes kalian aja kok masih inget gak sama pelajaran kimia itu. Basa-basi itu secara singkatnya (menurut saya, ya) adalah teguran atau sapaan seseorang kepada orang lain untuk memulai suatu pembicaraan atau hanya sekedar sapaan langsung saja (ceileh sok banget sih). Kalian semua udah pada ngerti kali apa itu arti dari basa-basi secara umumnya, pakai bahasa sendiri juga bisa kok.

Nah kembali lagi dibpertanyaan yang sebelumnya, kalian pernah gak ngelakuin basa-basi sama temen kalian? Sering, kadang-kadang, pernah atau gak pernah kawan? Masa gak pernah sih, pasti pernah lah iya gak kawan bahkan sering malahan. Misalnya aja kalian ketemu sama temen kalian dijalan pas mau belanja atau main, kalian pasti basa-basi kan sama dia, kalau engga kita bakalan dikira sombong kawan. Misalnya aja gini ni percakapannya :

Bokir : "Woy mas bro, mau kemana nih pagi-pagi gini udah keren banget kaya artis aja?" (tanya Bokir sambil garuk-garuk kepala)
Acew : "Mau ber@k tol*l, ya mau maen lah masa lo ga liat penampilan keren gue ini, malah nanya lagi!!!"
Bokir : "Gue nanya baik-baik sob, lo kok sewot sih!!!"
Acew : "Lagian elo nanya yang elo udah tau jawabannya, gimana gue ga sewot coba!!!"
Bokir : "Wah elo ngajak ribut.. sini lo maju!!!!!!"
*Mereka berdua pun saling tinju*

Kalian pernah gak sih nemuin orang yang kaya di atas, nanya yang udah ada jawabannya jelas gitu, apa kalian sendiri yang ngelakuinnya? Saya tuh heran gitu, kenapa coba basa-basi itu mesti kaya gitu. Misalnya aja kalau saya mau berangkat sekolah pake seragam, terus ada yang nanya : "dek, mau berangkat sekolah?". Ya jelas saya bakalan jawab iyalah, udah tau saya itu pake baju seragam sekolah, ya pasti mau sekolah lah, gak mungkin kan kalau saya malah belanja ke pasar (kecuali orang beg*). Terus ada lagi nih yang nanya kalau lagi makan : "eh bro, lo lagi makan ya?". Kalau aja saya gak bisa nahan emosi, saya bakal jawab gini : "engga, gue lagi belajar beg*". Nah yang gini tuh pasti ada maunya nih, pasti dia mau makan bareng kita nih, diem-diem makanan saya udah habis pas ke toilet, tapi gak apa-apa karena berbagi itu indah kawan.

Kalau basa-basi sama orang spesial tuh beda lagi kawan, gak bakalan bikin kesel kok malahan seneng kawan kalau basa-basi sama di doi atau sama kenalan atau gebetan. Misalnya aja kalau lagi papasan, kalian para lelaki pasti basa-basi : "Eh, hai Markonah..", dan sakitnya si Markonah gak denger sapaan itu karena si lelaki nyapanya dari jarak 15 km (apaan si?). Atau kalau maen ke taman sendiri, terus ada cewek cantik lagi duduk sendirian di bangku taman, dan kita pun langsung berniat untuk mendekatinya. Begini dialognya :

Jefferson : "neng, sendiri aja nih?"
Angela : "iya aa (udah tau sendiri malah nanya lagi, dasar modus)."
Jefferson : "oh gitu ya, aa boleh gak nemenin eneng?"
Angela : "engga!!! (muka kecut)"
Jefferson : "kenapa neng, kok gak boleh?"
Angela : "aku udah punya pacar, kamu gak boleh deketin aku, nanti aku bilangin ke pacar aku!!!"
Jefferson : *mati kelaparan*

Pedih banget ya kawan pengalaman cinta si Jefferson, semoga Jefferson mendapatkan wanita yang bener-bener sayang sama dia. Kalian suka pake basa-basi yang mana kalau ketemu sama gebetan? Kalau ketemu sama pacar gak usah basa-basi lagi kali ya (iya ga?), langsung to the point aja. Apa ada juga dari kalian yang pengalamannya sama kaya si Jeffersin tadi? Kalau ada, kasiannn  deloohh (sakit apaan si ni anak?). Semoga kisah cinta kalian bahagia kawan (apaan si?).

Coba aja kalau basa-basinya diganti dengan sapaan yang berbobot, misalnya aja nyapa anak sekolah yang mau berangkat sekolah : "pagi dek, semoga selamet ya di jalannya, semoga menjadi anak yang sukses :)". Nah kalau basa-basinya gitu kan bisa jadi motivasi buat anak sekolah itu. Atau kalau ketemu orang/temen dijalan : "selamat siang kawan, semoga hari ini diberi rezeki yang berlimpah, Aamiin (aminin dong kawan). Masih banyak lagi sih, mungkin kalian bisa merubahnya.

Pada kesimpulannya menurut saya banyak sekali basa-basi yang udah basi banget, gak ganti-ganti dari dulu, ituuu aja basa-basinya tuh. Mungkin akan lebih menarik lagi kalau basa-basinya lebih berwarna dan bervariasi agar bisa menimbulkan rasa semangat (mulai ngaco nih). Ya udah deh ya kawan sekian dari saya hari ini, semoga kiriman saya ini bisa menghibur dan bermanfaat bagi kalian. Wassalamualaikum :) .